Film

Di Balik Layar MonoPlay Festival 2026, Ide Muncul dari Ngobrol Santai hingga Kimberly Ryder Ngaku Sempat Terpaksa

×

Di Balik Layar MonoPlay Festival 2026, Ide Muncul dari Ngobrol Santai hingga Kimberly Ryder Ngaku Sempat Terpaksa

Sebarkan artikel ini
Foto: Popbanget.com

Popbanget.com – MonoPlay Festival 2026 Powered By RANS punya cerita menarik di balik proses kelahirannya. Direktur Festival Teuku Rifnu Wikana mengungkap bahwa ide acara ini justru lahir dari obrolan santai bersama rekan-rekan sesama pegiat teater.

Rifnu menceritakan, perjalanannya sebagai aktor yang berawal dari panggung teater sebelum merambah dunia film menjadi salah satu latar belakang lahirnya festival ini. Bersama rekan-rekannya, ia sudah membangun komunitas teater sejak bertahun-tahun silam.

Foto: Popbanget.com

“Karena kebetulan saya adalah aktor yang dari panggung, dari teater yang kemudian ke film, yang memang punya satu grup dari sejauh tahun 2004 itu bersama Krisna Aditya, Adit, yang kita punya satu grup teater, kita selalu bercengkerama dalam proses pementasan, kemudian proses pembelajaran kita sama-sama,” kata Teuku Rifnu Wikana saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Menurut penuturan Rifnu, gagasan festival ini muncul begitu saja di sela momen santai bersama rekan-rekannya. Obrolan ringan itu perlahan berkembang menjadi ide besar mempertemukan aktor film dan teater dalam satu panggung.

Baca Juga: Lea Simanjuntak Ajak Pemain Agak Laen Jadi Model Video Musik

“Lalu, ketika kita ngopi bareng, tiba-tiba ada ide mau membawa saya untuk monolog keliling beberapa tempat, gitu. Tapi pada akhirnya kita menjurus kepada, gimana kalau seandainya kita mengumpulkan aktor-aktor film dan teater?” ungkapnya.

Foto: Popbanget.com

Rifnu menjelaskan alasan pemilihan format monolog untuk festival ini. Baginya, format tersebut menghadirkan tantangan besar karena aktor tidak memiliki ruang untuk menyembunyikan kekurangannya di atas panggung.

“Ini adalah tantangan karena tidak ada ruang untuk sembunyi bagi para aktor. Karena di situ dia akan bagaimana dia menghadirkan kehidupan di atas panggung, tanpa ada cara untuk lari, dia memahami apa yang dia ingin pentaskan, dan dia paham betul tubuh serta ruang yang ingin dia hadirkan,” paparnya.

Ia turut menekankan pentingnya kedekatan tema dengan kehidupan pribadi para aktor dalam setiap pertunjukan. Cerita yang terlalu jauh dari pengalaman nyata dinilai akan sulit tersampaikan dengan baik ke penonton.

Foto: Popbanget.com

“Jadi hal-hal yang terlalu jauh akan susah dijamah, maka kita mencari sesuatu yang lebih dekat, maka nyampai nih. Jadi enggak jauh dari lingkungan aktor, maka itu dikemas jadi satu pertunjukan,” tuturnya.

Salah satu aktor yang tampil dalam festival ini adalah Kimberly Ryder. Ia mengaku keikutsertaannya tidak lepas dari ajakan langsung sang sutradara, bahkan sempat merasa terdesak untuk segera mengambil keputusan.

“Kenapa aku akhirnya mau, karena salah satunya karena dipaksa. Sama Mas Rifnu Wikana. Ini aku bener-bener baru diajak tuh di awal bulan ini banget. Dan kita jadinya cepet-cepetan kayak brainstorming, ‘Ih kita mau ngomongin apa ya?’ ya kan,” kata Kimberly Ryder.

Foto: Popbanget.com

Ia juga meluruskan anggapan bahwa monolog yang dibawakannya merupakan gambaran langsung dari kisah hidupnya sendiri. Naskah tersebut, menurutnya, justru merupakan rangkuman dari berbagai kisah orang-orang di sekitarnya.

“Aku di sini ingin mengklarifikasi ini bukan tentang aku, it’s not my life story atau gimana. Cuman emang banyak aja yang apa ya, banyak cerita-cerita dari sekeliling aku, dari Mas Rifnu, dari Mas Adit, apa segala macem yang akhirnya digabungin ke satu karya ini,” jelasnya.

MonoPlay Festival 2026 Powered By RANS mengangkat tema “Lakon@cting” dan digelar pada 23-25 September 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Festival ini menampilkan enam aktor dengan karya masing-masing, yaitu Kimberly Ryder, Rahayu Saraswati, Sigit Hardadi, Bagus Ade Saputra, Tegar Bramanastrya, serta aktor internasional Yeliz Čelebić.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *