Film

20 Film untuk Menghidupkan Kembali Cerita Perjuangan Indonesia

×

20 Film untuk Menghidupkan Kembali Cerita Perjuangan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Popbanget.com – Ada banyak cerita tentang perjuangan Indonesia yang belum selesai diceritakan. Bukan hanya tentang tokoh besar dan pertempuran yang tercatat dalam buku sejarah, tetapi juga tentang masyarakat biasa, peristiwa kecil, pergulatan ideologi, diplomasi, hingga kisah-kisah dari berbagai daerah. Cerita-cerita itulah yang coba dihidupkan kembali lewat Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Kementerian Kebudayaan 2026.

Program ini membuka ruang bagi sineas dan rumah produksi Indonesia untuk mengolah kisah perjuangan pada periode 1945–1950 menjadi karya film yang kuat, relevan, dan dekat dengan penonton masa kini.

Baca Juga: CATCHPLAY+ Siapkan Deretan Tayangan Seru Sepanjang September, dari Obsession hingga Minions & Monsters

Antusiasme datang dari 143 rumah produksi dan komunitas film yang mengirimkan proposal. Setelah melalui proses seleksi, terpilih 20 karya terbaik yang terdiri dari 7 film panjang dan 13 film pendek.

Foto: Istimewa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 merupakan langkah afirmatif untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional.

Menurutnya, program ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui medium sinema yang lebih dekat dengan masyarakat.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pop Banget (@popbangetdotcom)

 

“Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia,” ujar Fadli Zon di Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, belum lama ini.

Ia menilai film dapat menjadi medium yang efektif untuk membawa peristiwa sejarah lebih dekat kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Foto: Istimewa

“Melalui film, peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1950 dapat dihadirkan secara lebih dekat dan menarik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan,” katanya.

Periode 1945–1950 sendiri bukan sekadar deretan tanggal dalam sejarah. Di masa inilah Indonesia menghadapi berbagai tantangan untuk mempertahankan kemerdekaan, mulai dari peperangan dan diplomasi hingga pergulatan ideologi serta perjuangan masyarakat di berbagai daerah. Ada cerita besar yang sudah dikenal, tetapi ada pula kisah-kisah kecil yang mungkin masih jarang terdengar.

Untuk memilih karya terbaik, Kementerian Kebudayaan melibatkan dewan juri yang terdiri dari sineas berpengalaman dan sejarawan. Proposal dinilai dari berbagai aspek, mulai dari konsep artistik dan sinematik, kualitas penceritaan, ketepatan dalam menggambarkan konteks sejarah, hingga kesiapan produksi.