“Pastinya saya kecewa, itulah kenapa ada kita hari ini di sini. Eh, yang sudah pasti untuk saat ini aku capek, juga, dan tidak mau diperpanjang juga karena memang di sini sudah bercampur aduk dengan masalah keluarga ya, yang harusnya memang tidak menjadi konsumsi publik,” kata Ratu.
Dede Rahmat yang juga mendampingi sebagai tim penasihat hukum menekankan bahwa kliennya merupakan sosok yang sangat menghargai komitmen kerja. Ia mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai antara rumah produksi dan aktor agar tercipta iklim kerja sama yang sehat dan harmonis.
“Tetapi ada hal-hal yang di dalam kontrak itu yang tidak, yang belum diperoleh oleh klien kami, dan itu sangat prinsipil dalam suatu pelaksanaan kontrak. Jadi seperti itu. Jadi, kami sangat menyayangkan hal-hal seperti itu, karena ini sudah menjadi konsumsi publik,” pungkas Dede Rahmat.
Sebagai informasi, polemik ini bermula ketika HAS Pictures melayangkan somasi terbuka karena menilai Ratu Sofya enggan terlibat dalam rangkaian promosi film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan”. Langkah hukum tersebut diambil dengan harapan sang aktris bersedia memenuhi sisa kewajibannya sesuai perjanjian kontrak yang mereka sepakati.



