Musik

Candra Darusman Dorong Generasi Muda Lebih Melek Hak Cipta

×

Candra Darusman Dorong Generasi Muda Lebih Melek Hak Cipta

Sebarkan artikel ini
Foto: Popbanget.com

Popbanget.com – Musisi Candra Darusman tak hanya dikenal lewat karya-karya legendarisnya bersama grup musik Chaseiro dan Karimata. Ia juga aktif mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan hak cipta di Indonesia.

Kali ini, Candra hadir bukan untuk bernyanyi di atas panggung, melainkan membawa misi edukasi tentang hak cipta, khususnya dalam pemanfaatan buku sebagai bagian dari kegiatan belajar-mengajar.

Baca Juga: for Revenge Hadirkan “I Miss You Every Brand New Day” untuk Film Spider-Man: Brand New Day

Bersama Perkumpulan Reproduksi Cipta Indonesia (PRCI), Candra turut mengawal kerja sama dengan EcoSocioTech (EST) School, yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah HighScope Indonesia. Kedua pihak resmi menandatangani lisensi penggunaan buku untuk kepentingan pendidikan.

Foto: Popbanget.com

Menurut Candra, membeli buku resmi di toko buku merupakan bentuk penggunaan pertama. Namun, ketika buku tersebut kemudian diperbanyak atau difotokopi, meski hanya sebagian, untuk digunakan sebagai materi pembelajaran di kelas, aktivitas tersebut masuk dalam kategori penggunaan lanjutan yang memerlukan izin.

“Gampangnya, kalau pihak sekolah mau menggandakan atau memfotokopi buku yang sudah beredar di pasar, tentu perlu izin dari penulis dan penerbitnya. Kami sangat salut karena pihak EST School punya kesadaran yang luar biasa untuk mengurus izin resmi ini,” ujar Candra Darusman saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pop Banget (@popbangetdotcom)

 

Candra menjelaskan, izin tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2024 mengenai pengelolaan royalti buku dan karya tulis.

“Izin ini berlaku selama satu tahun. Pihak sekolah diperbolehkan memfotokopi maksimal 10 persen dari isi buku yang dipakai, baik buku terbitan lokal maupun luar negeri. Kalau butuh lebih dari 10 persen, barulah harus mengajukan izin khusus lagi,” tambahnya.

Foto: Popbanget.com

Pada kesempatan yang sama, Pendiri EcoSocioTech School, Antarina S.F. Amir, menegaskan pentingnya menanamkan kejujuran dan sikap menghargai karya orang lain sejak dini. Dia mengaku banyak belajar mengenai hak cipta dari Candra Darusman.

“Sekolah itu seperti laboratorium kehidupan nyata. Kita ingin anak-anak bisa mencari solusi untuk berbagai masalah, tapi yang paling utama adalah integritas atau kejujuran. Kejujuran itu salah satunya dengan menghargai karya orang lain dan tidak asal mengambil tanpa izin,” jelas Antarina.

Foto: Popbanget.com

Antarina juga mengingatkan kembali pesan Ki Hadjar Dewantara mengenai proses belajar dan berkreasi melalui prinsip niteni, nirokke, nambahi.

“Kreativitas itu persis seperti ajaran eyang saya: niteni, nirokke, nambahi—artinya mengamati, mencontoh, lalu memberi nilai tambah sendiri. Nilai utama yang kami tanamkan adalah saling menghormati, tanggung jawab, dan integritas. Menghargai buku orang lain lewat izin resmi ini adalah contoh nyatanya,” ujarnya.

Ketua PRCI, Kartini Nurdin, turut menyambut positif langkah EST School yang dinilai dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya ramah hak cipta di lingkungan pendidikan.

Kartini menjelaskan, PRCI juga bekerja sama dengan jaringan perlindungan hak cipta di 61 negara. Dengan demikian, perlindungan terhadap karya tidak hanya mencakup karya dari dalam negeri, tetapi juga karya-karya yang berasal dari luar Indonesia.

“Kami bangga sekali EST School bisa jadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Kita semua bisa pintar karena membaca buku karya para penulis. Karena itu, sudah sewajarnya kita menghargai hasil kerja keras mereka,” tutur Kartini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *