Musik

Cerita Baskara Putra Saat Proses Bikin Lagu Hindia, dari Judul Sampai Coretan di Toilet Umum

×

Cerita Baskara Putra Saat Proses Bikin Lagu Hindia, dari Judul Sampai Coretan di Toilet Umum

Sebarkan artikel ini
Foto: Popbanget.com

Popbanget.com – Musisi Baskara Putra membagikan cerita tentang proses kreatifnya dalam menulis lagu, baik untuk Feast maupun proyek solonya, Hindia. Kepada Popbanget.com, ia bercerita soal bagaimana ia biasanya menemukan ide untuk lirik maupun musiknya.

Baskara mengaku proses pembuatan lagunya nggak selalu sama tiap kali. Kadang liriknya duluan yang muncul, kadang musiknya dulu yang jadi.

“Tergantung sih, beda-beda. Ada yang lirik dulu, ada yang musik dulu,” ujar Baskara saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Meski begitu, Baskara mengaku biasanya judul lagu jadi titik awal proses kreatifnya selama ini. Namun belakangan ia sengaja coba keluar dari kebiasaan itu biar nggak monoton.

Baca Juga: CATCHPLAY+ Siapkan Deretan Tontonan Seru Juli 2026, dari Adaptasi Junji Ito hingga Demon Slayer

“Cuman yang hampir pasti itu biasanya, walaupun saya lagi berusaha untuk tidak seperti itu ya kali ini biar nggak, ya biar berubah aja gitu biar nggak kayak gitu terus, kalau dulu-dulu tuh biasanya judul duluan,” katanya.

 

“Jadi dari judulnya dulu baru kayak kebayang musiknya kayak gimana atau liriknya kayak gimana, itu dilanjut gitu. Cuman nggak pernah ada kayak aturan harus A dulu atau B dulu gitu, ketuker-tuker,” sambung Baskara.

Soal sumber ide paling random, Baskara ternyata sering dapat inspirasi dari hal-hal kecil di ruang publik. Bahkan dari tulisan yang terpampang di jalanan sampai coretan iseng di toilet umum.

“Gua sering terinspirasi dari kalimat-kalimat random yang gua lihat di ruang publik gitu sih secara terbuka gitu, kayak lagi nyetir tiba-tiba liat tulisan sesuatu di truk gitu, misalnya di tol lingkar luar atau kayak coretan-coretan di toilet umum gitu kadang-kadang,” ungkap Baskara.

Menurutnya, semua hal di sekitar kita sebenarnya punya nilai puitis asal dilihat dari sudut pandang yang tepat. Ia pun terus melatih diri untuk menangkap keindahan dari hal-hal yang dianggap remeh oleh kebanyakan orang.

“Gua berusaha melatih diri gua untuk melihat nilai puitis dari kalimat-kalimat yang kesannya nggak ada esensi keseniannya aja gitu buat kebanyakan orang. Karena menurut gua dengan kacamata tertentu semua hal tuh bisa terlihat sangat puitis gitu kali ya,” tutup Baskara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *