PopBanget SCTV kembali memanaskan persaingan industri televisi dengan meluncurkan ajang pencarian bakat terbaru bertajuk The Icon Indonesia. Program kompetisi menyanyi bergengsi ini dijadwalkan mulai menyapa pemirsa secara langsung pada Senin, 13 April 2026, setiap pukul 21.00 WIB.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi menyanyi biasa, melainkan sebuah proyek besar untuk menemukan penyanyi pop dengan karakter yang kuat. Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmat, menekankan pentingnya kualitas bagi para peserta agar mereka benar-benar siap bersaing di kancah musik nasional.
“Kami harap ‘The Icon Indonesia’ dapat melahirkan icon penyanyi pop terbaru Indonesia yang tidak hanya menjadi idola, tetapi juga memiliki kualitas, karakter kuat, serta kesiapan untuk bersaing dan berkontribusi di industri musik tanah air,” ungkap Banardi Rachmat di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Daya tarik utama program ini juga terletak pada kursi juri yang diisi oleh deretan musisi papan atas lintas generasi seperti Ahmad Dhani, Titi DJ, hingga Afgan. Banardi menceritakan proses panjang dalam meyakinkan para musisi besar ini agar mau bergabung memberikan standar penilaian tinggi bagi 24 peserta terpilih.

“Kita lihat dari jajaran juri, ada dua lagi yang belum bergabung karena sedang berada di luar negeri, ada berhalangan, ada Uan Kaisar dan juga ada Adrian Khalif. Jadi betapa seriusnya kami SCTV berusaha meyakinkan mereka dan alhamdulillah mereka mau bergabung di The Icon Indonesia karena keyakinan bersama ini adalah sesuatu yang luar biasa,” tutur sang Deputy Director.
Selain fokus pada kualitas vokal dan bimbingan dari para ahli seperti Rieka Roslan serta koreografer Aa Gege, kemasan acara ini dipastikan akan sangat menghibur. Kombinasi duo presenter fenomenal diharapkan mampu mencairkan suasana tegang di panggung utama dengan banyolan-banyolan segar mereka.
“Lalu ada dua host yang energinya sudah terasa sekali. Saya yakin kehadiran mereka akan membuat program ini luar biasa, Desta dan Ananda Omesh,” puji pria yang akrab disapa Banardi tersebut.
Sistem penentuan pemenang dalam ajang ini dirancang lebih modern dan transparan dengan melibatkan peran aktif penonton melalui platform digital. Penyelenggara memastikan bahwa dukungan publik akan menjadi faktor penentu yang sangat krusial di samping penilaian teknis dari para juri profesional.
“Kita berusaha mencari orang yang lolos melalui dua sistem yakni, kualitas berdasarkan juri dan Virtual Gift. Melalui Vidio itu menjadi lebih transparan siapa yang dipilih,” tegasnya lagi.
Visi besar dari kompetisi ini adalah mencari sosok yang benar-benar bisa menjadi ikon baru bagi industri hiburan tanah air dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa seluruh persiapan teknis dan non-teknis ini bertujuan agar talenta yang ditemukan memiliki daya saing yang tinggi di pasar musik.
“Harapannya kita bisa menemukan icon musik Indonesia yang baru. Dimulai sebentar lagi, minggu depan, setiap Senin,” pungkas Banardi Rachmat.



