Film

Setelah Ramai Dibahas Warganet, Harusnya Horror Akhirnya Tampilkan Tepe di Final Poster

×

Setelah Ramai Dibahas Warganet, Harusnya Horror Akhirnya Tampilkan Tepe di Final Poster

Sebarkan artikel ini

Reza Arap Sutradarai Film Perdana, Harusnya Horror Rilis Final Poster Jelang Tayang

Popbanget.com – Reza Oktovian atau Reza Arap resmi memulai babak baru dalam kariernya dengan menyutradarai film layar lebar pertamanya, Harusnya Horror. Film produksi Ess Jay Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026.

Film tersebut dibintangi oleh mendiang Lula Lahfah bersama Geng AAAClan dan Marapthon, yang terdiri dari Terieson (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), serta Teguh Prakoso (Tepe). Selain itu, ada juga Ronny P Tjandra, Malka Rafasya, dan penampilan spesial Yoshua Marcellos atau Celloz.

Kehadiran Lula Lahfah di film ini menjadi momen yang begitu berarti. Seluruh tim produksi mengenang penampilan dan dedikasinya dengan penuh rasa hormat. Film ini diproduseri David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani.

Menjelang penayangannya, Harusnya Horror merilis final poster yang terinspirasi dari kreativitas para penggemar di media sosial. Sebelumnya, poster resmi film ini sempat ramai dibicarakan karena karakter Tepe tidak muncul di dalamnya. Hal itu justru memicu banyak warganet membuat versi poster mereka sendiri dengan memasukkan sosok Tepe.

Akhirnya, tim produksi merilis final poster yang kini menampilkan seluruh karakter, termasuk Tepe.

“Karena banyak yang bertanya kenapa enggak ada Tepe di poster yang sudah kami rilis, akhirnya sekarang kami rilis final poster Harusnya Horror yang ada Tepe-nya. Kami juga sangat mengapresiasi teman-teman yang sudah ikutan re-create poster Harusnya Horror dengan memasukkan Tepe, dan banyak banget yang ikutan, terima kasih untuk dukungannya,” ujar sutradara Reza Oktovian.

Bersamaan dengan perilisan final poster, film ini juga memperkenalkan dua lagu yang menjadi bagian dari soundtrack, yaitu Kicau Mania dari Ndarboy Genk dan Untuk yang BersamaNya milik Mahalini. Kedua lagu tersebut disebut ikut memperkuat perjalanan cerita yang memadukan unsur komedi dan emosi.

“Dari segi cerita, naskah, bahkan dialog, semuanya akan terasa relate dengan situasi yang terjadi. Yang akan kalian tonton di film ini, kalian akan merasa ‘kok bisa begini ya’, ‘kok bisa begitu ya’. Jadi buat nanti yang nonton Harusnya Horror, pay attention every detail,” ungkap Reza.

“Di film ini, kami benar-benar push our limit. Kami sudah memberikan yang terbaik, dan Ess Jay Pictures juga sudah berikan kebebasan serta yang semua hal yang terbaik dari segi apapun,” tambah Reza.

Sementara itu, produser Jimmy Lalwani mengungkapkan bahwa ide menghadirkan Harusnya Horror berawal dari persahabatan Geng AAAClan dan Marapthon yang ia lihat di media sosial. Menurutnya, chemistry mereka begitu kuat sehingga layak diangkat menjadi sebuah film layar lebar.

“Jadi awalnya saat season 2 Marapthon, itu lewat di media sosial saya, dan saya melihat persahabatan Marapthon ini kuat banget, chemistry-nya juga kuat. Oleh sebab itu saya berpikir, kenapa tidak memberikan mereka kesempatan untuk membuat sebuah film layar lebar. Dan dengan hasilnya, saya puas dan happy, yang filmnya akan bisa sama-sama kita saksikan mulai 20 Agustus 2026 di bioskop,” ujar Jimmy Lalwani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *