Popbanget.com – Kabar gembira buat kamu para fitness enthusiast! Red Bull bareng Kratingdaeng baru saja resmi memperkenalkan ajang kebugaran terbaru bertajuk Kratingdaeng Red Bull Power Race. Kompetisi ini bukan sekadar ajang nasional, karena Indonesia terpilih menjadi salah satu negara penyelenggara musim perdana Red Bull Power Race di Asia Tenggara bersama Malaysia, Myanmar, dan Thailand.
Indonesia National Qualifier bakal digelar pada 10 Oktober 2026 di Basketball Hall Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Nantinya, 12 atlet pria dan 12 atlet wanita terbaik bakal mewakili Indonesia di babak International Final yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 18 Oktober 2026.
Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Muhammad Ritonga, mengatakan peluncuran kompetisi ini memang dilakukan tiga bulan lebih awal agar masyarakat punya waktu mempersiapkan diri sebelum perlombaan.

“Ya, jadi itulah kenapa kita launching ini tuh tiga bulan sebelum event-nya berlangsung. Dengan begitu kita mengharapkan ada kesempatan nih bagi yang berminat yang saat ini kok rasanya masih ragu-ragu. Kalian punya waktu tiga bulan untuk mempersiapkan dirinya,” ujar Arif Muhammad Ritonga dalam peluncuran Red Bull Power Race di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Menurut Arif, calon peserta cukup memanfaatkan waktu tersebut untuk melatih kemampuan body weight seperti push-up, sit-up, dan squat yang menjadi inti perlombaan.
“Jadi tiga bulan ini bisa dia maksimalkan untuk melatih body weight-nya sehingga pada saat event nanti dia bisa menjalani race ini dengan baik,” katanya.

Konsep Red Bull Power Race mengusung kompetisi berintensitas tinggi dengan format yang sederhana. Peserta wajib menyelesaikan empat kali lari sejauh 400 meter yang diselingi tantangan fisik tanpa menggunakan alat olahraga apa pun.
“Yang pertama ini intensitasnya tinggi. Durasinya itu 8 sampai 15 menit. Dan yang paling penting adalah ini tanpa alat. Jadi menggunakan body weight sendiri,” ucapnya.
Meski gerakannya terlihat sederhana, Arif menegaskan strategi menjadi faktor penting dalam perlombaan. Peserta harus tahu kapan mengeluarkan tenaga maksimal agar bisa mencatat waktu terbaik.

“Nah, yang paling penting itu adalah peserta harus mempunyai strategi di tahap mana dia akan mengeluarkan kemampuan dia yang paling maksimal,” tutur Arif.
Panitia juga menyiapkan tim juri profesional untuk memastikan seluruh gerakan dilakukan sesuai standar. Jika ada gerakan yang kurang tepat, juri akan langsung memberikan arahan kepada peserta.
“Jadi kita menyediakan tim juri yang profesional dan fair untuk memastikan apakah gerakan yang peserta lakukan itu sudah benar atau tidak. Kalau salah, juri akan memberikan arahan untuk memperbaiki gerakannya,” kata Arif.
Menariknya, Red Bull Power Race diklaim sebagai format fitness race pertama di dunia yang diluncurkan di Asia Tenggara. Karena itu, para peserta yang lolos ke Bangkok berkesempatan menjadi bagian dari sejarah kompetisi ini.
“Jadi kalau pertanyaannya sudah ada sebelumnya, buat saat ini kita yang pertama. Kita bekerja sama dengan partner dan memegang lisensi pertama di dunia untuk melaksanakan acara ini,” ujarnya.
Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri, mengatakan Red Bull Power Race dirancang untuk menyatukan komunitas olahraga sekaligus mendorong lebih banyak orang berani menantang batas kemampuan mereka.
“Melalui Red Bull Power Race, kami ingin menciptakan sebuah kompetisi yang mudah dipahami, menarik untuk disaksikan, dan dapat diikuti oleh masyarakat luas,” ujar Supasita.
Dalam kompetisi ini, kategori pria harus menyelesaikan 40 push-up, 40 sit-up, dan 40 squat di sela empat kali lari 400 meter. Sementara kategori wanita melakukan masing-masing 30 repetisi.







