
PopBanget Uya Kuya resmi mengambil langkah hukum terkait beredarnya berita bohong yang menyeret namanya di jagat maya. Uya merasa perlu bertindak tegas karena namanya dicatut dalam isu pengadaan program pemerintah secara tidak benar dan sangat merugikan martabatnya.
“Saya laporkan ke Polda Metro Jaya di Siber Polda Metro Jaya di Sabtu malam kemarin. Saya bingung, ini saya lagi kena ospek lagi apa gimana gitu. Kenapa ada fitnah dan berita hoaks lagi dan tertuju lagi sama saya gitu. Karena tiba-tiba saya kaget gitu kan,” ujar Uya Kuya di DPR RI, Selasa (21/4/2026).
Laporan tersebut telah resmi dilayangkan ke pihak kepolisian sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi serangan fitnah yang kian masif. Uya mengungkapkan rasa bingungnya karena terus-menerus menjadi sasaran kabar burung di saat ia tengah menjalankan tugas barunya sebagai wakil rakyat.
“Saya laporkan ke Polda Metro Jaya di Siber Polda Metro Jaya di Sabtu malam kemarin. Saya bingung, ini saya lagi kena ospek lagi apa gimana gitu. Kenapa ada fitnah dan berita hoaks lagi dan tertuju lagi sama saya gitu. Karena tiba-tiba saya kaget gitu kan,” jelas sang presenter kembali menekankan alasannya.
Berdasarkan penelusurannya, isu mengenai keterlibatan dirinya dalam bisnis pengadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya sudah muncul sejak sebulan lalu. Ayah dari Cinta Kuya ini menceritakan awal mula ia mendapati namanya diseret dalam isu miring tersebut melalui platform Threads yang kemudian merembet ke mana-mana.
“Sebenarnya berita ini sudah muncul hoaks ini di bulan lalu di Threads ya. Tapi pada saat itu ada satu akun yang langsung tutup akun karena dia sebar fitnah. Tapi tiba-tiba waktu beberapa hari yang lalu muncul lagi dan ini masif di sosial media Threads, Facebook, X, Instagram, TikTok dengan narasi yang sama gitu,” ungkap pria yang akrab dengan rambut warna-warninya itu.
Penyebaran hoaks ini tidak lagi terlihat seperti ketidaksengajaan, melainkan sebuah gerakan yang terstruktur di berbagai media sosial populer. Pria yang dikenal mahir melakukan teknik hipnotis ini mengamati bahwa narasi negatif tersebut menyebar dengan sangat cepat dengan pola yang seragam.
“Tiba-tiba jadi kayak memang ada yang sengaja menggerakkan ini kan. Dan itu saya jamin seribu persen fitnah dan hoaks,” ia menyambung dengan nada tegas.
Mantan personel grup musik Tofu ini menjamin bahwa informasi mengenai kepemilikan ratusan dapur untuk katering pemerintah itu adalah murni kebohongan besar tanpa dasar yang jelas. Ia merasa heran mengapa narasi tersebut tetap dipaksakan muncul meski dirinya sudah berkali-kali memberikan bantahan secara terbuka.
“Tiba-tiba jadi kayak memang ada yang sengaja menggerakkan ini kan. Dan itu saya jamin seribu persen fitnah dan hoaks,” ia kembali memberikan penegasan serupa agar masyarakat tidak terkecoh.
Dalam laporan yang dibuatnya, Uya sudah memetakan deretan akun yang paling aktif menyebarkan narasi bohong tersebut untuk diproses secara hukum. Meski beberapa akun sudah mencoba menghilangkan jejak digital mereka, anggota dewan tersebut mengaku sudah mengantongi bukti-bukti kuat untuk dibawa ke meja hijau.
“Total berapa ya, saya lupa antara delapan sampai sepuluh akun di semua sosial media. Di Threads ada, di X ada, di Facebook ada, di Instagram ada. Dan termasuk beberapa akun yang sudah tayangkan, sudah posting tapi dihapus. Kita sudah capture, kita laporin juga,” jelas pria kelahiran Bandung tersebut.
Uya juga memaparkan rincian platform media sosial yang menjadi sarang penyebaran fitnah tersebut mulai dari X hingga TikTok. Sosok yang juga aktif sebagai YouTuber ini membeberkan platform mana saja yang ia sasar dalam laporan kepolisian kali ini demi membersihkan nama baiknya kembali.
“Total berapa ya, saya lupa antara delapan sampai sepuluh akun di semua sosial media. Di Threads ada, di X ada, di Facebook ada, di Instagram ada. Dan termasuk beberapa akun yang sudah tayangkan, sudah posting tapi dihapus. Kita sudah capture, kita laporin juga,” tuturnya merinci jumlah pelaku yang dilaporkan.
Keputusan besar untuk menempuh jalur hukum ini ditegaskan sebagai keinginan pribadi tanpa adanya tekanan atau pesanan dari pihak manapun. Ia menegaskan bahwa pelaporan tersebut tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik partai tempatnya bernaung, melainkan murni masalah harga diri sebagai warga negara.
“Enggak ada, enggak ada arahan dari partai. Ini murni saya pribadi karena belajar dari pengalaman kemarin kenapa saya lagi, kenapa saya harus kena fitnah lagi. Rumah yang dijarah saja belum selesai renovasi, sampai sekarang belum ditempati, sudah ada fitnah lagi,” ungkap Uya.
Uya kembali memberikan pernyataan kuat untuk membantah segala spekulasi mengenai kepemilikan bisnis katering program pemerintah tersebut. Uya Kuya menekankan bahwa sampai detik ini, ia sama sekali tidak terlibat dalam proyek dapur MBG seperti yang dituduhkan oleh akun-akun tersebut.
“Saya tekankan sekali lagi dan saya bingung waktu saya bilang itu hoaks, tetap saja ada narasi-narasi yang saya tahu itu digerakkan yang bilang ‘Jadi real-nya punya berapa dapur? Ini saya tekankan sampai sekarang sampai saat ini tidak ada satu pun dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang saya punya,” pungkas Uya Kuya.



