Popbanget.com – Gentem Lifelong Learning Group resmi meluncurkan Genstarkids, program pembelajaran untuk anak usia 2,5 hingga 12 tahun. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gentem Center ke-12 yang berlokasi di Living World Kota Wisata, Cibubur.
Tak sekadar mengajarkan pelajaran akademis, Genstarkids hadir dengan tujuan menumbuhkan kecintaan anak terhadap proses belajar sejak usia dini. Harapannya, rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dapat berkembang secara alami dan menjadi bekal menghadapi masa depan.
Peluncuran Genstarkids juga diramaikan dengan talk show bertajuk Thriving in Uncertainty: The Lifelong Learning Advantage yang menghadirkan Pritta Tyas, Gisela Thesa, Dr. Schott, serta CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group, Kish Gill.

“Setiap brand yang kami bangun berangkat dari satu nilai yang sama, yaitu pembelajaran tidak pernah berhenti. Genstarkids kami hadirkan untuk membantu anak mencintai proses belajar itu sendiri, sehingga rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat untuk terus berkembang bisa tumbuh secara alami. Fondasi inilah yang akan menjadi bekal mereka, baik di dunia pendidikan maupun saat memasuki dunia kerja nanti,” ujar Kish Gill.
Menurut Gentem, konsep lifelong learning atau belajar sepanjang hayat menjadi bekal penting di tengah perubahan dunia yang semakin cepat. Mereka menekankan empat keterampilan utama, yakni komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas, yang didukung dengan pola pikir seperti rasa ingin tahu, inisiatif, resiliensi, serta kemampuan beradaptasi.

Pandangan tersebut juga didukung oleh Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF). Laporan itu memprediksi akan ada 170 juta lapangan kerja baru hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan diperkirakan tergantikan akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Di saat yang sama, sekitar 40 persen keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja diperkirakan akan berubah.
Di Indonesia, tantangan serupa juga terlihat. Berdasarkan data PISA 2022 yang dikutip UNICEF Indonesia, hanya 26 persen siswa berusia 15 tahun yang memiliki kemampuan berpikir kreatif dasar, sementara yang mencapai tingkat tinggi hanya sekitar lima persen.

Melalui Genstarkids, Gentem mencoba menjawab tantangan tersebut dengan kurikulum yanberfokus pada tiga aspek utama, yaitu kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, pembentukan karakter, serta pengembangan kemampuan kognitif seperti berpikir kritis, kreativitas, dan rasa ingin tahu.
Proses belajarnya juga dirancang lebih interaktif melalui metode project-based learning, experiential learning, cross-curricular integration, hingga inquiry-based learning. Kurikulumnya mengacu pada standar internasional seperti Cambridge English Assessment dan CEFR, serta didukung berbagai platform pembelajaran global, termasuk pemanfaatan AI sebagai bagian dari proses belajar.
Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori, Pritta Tyas, mengaku tertarik dengan pendekatan yang diterapkan Genstarkids.
“Yang menarik perhatian saya dari Genstarkids adalah bagaimana program ini benar-benar dibangun di sekitar anak, bukan sekadar mengejar hasil. Komunikasi, karakter, dan perkembangan kognitif adalah fondasi penting bagi generasi masa depan. Saya bangga bisa mendukung misi ini agar semakin banyak keluarga di Indonesia yang merasakan manfaatnya,” kata Pritta.



